💃 Standar Kecepatan Angin Kandang Close House

Thehouse edge is the difference between the true odds of something happening and the casino's payout. A good way to reduce the house edge is by selecting the best bets and using smart strategy. The initiation of a breakout is determined by the initial stress concentration near the excavated borehole. The breakout propagates by particle
Kandang ayam berdasarkan tipe ventilasinya secara garis besar dibagi dua yaitu kandang dengan ventilasi yang tidak terkontrol uncontrolled ventilation system dan kandang dengan ventilasi terkontrol controlled ventilation system disebut juga dengan istilah Closed HouseIr. Roni Fadilah, dasar kandang tertutup Closed house yaitu membuang gas beracun dan panas yang diproduksi dari tubuh dan kotoran ayam, dan digantikan dengan udara segar", paparan Roni Fadilah yang disampaikan dalam Acara Seminar tentang Manajemen Pengoperasian Kandang Tertutup. Paparan yang diberikan oleh Alumni Fapet Unsoed pada seminar tentang "Manajemen Pengoperasian Kandang Tertutup Closed House Operation Management" di PT New Hope Indonesia seluruh cabang Indonesia via zoom yang diperuntukan untuk Team Technical Services PT New Hope Indonesia seluruh cabang di Indonesia beserta para praktisi peternakan dan Team Kemitraan, pada hari Jum'at, tanggal 18 Desember 2020 secara on line via zoom meeting."Banyak kelebihan kandang tertutup dibandingkan dengan kandang konvensional terbuka, diantaranya tingkat kepadatan bertambah, performa ayam meningkat, lebih efisien dalam menekan harga pokok produksi, biosecurity terkontrol, serta bisa mengeliminir pengaruh fakltor lingkungan, disamping ada kelemahannya seperti biaya investasi awal tinggi serta dibutuhkan Sumber Daya Manusia SDM yang terampil", ujar utama pengoperasian kandang tertutup Closed house/CH yaitu bagaimana caranya bisa menjaga keseimbangan kondisi yang ada di dalam kandang ayam, kotoran, gas beracun, angin dengan kondisi luar kandang masuk dan keluarnya udara, panas dan sinar matahari, hujan,dll dengan cara pengaturan pengoperasian kipas exhaust sehingga udara yang masuk ke dalam kandang melalui PAD Celldeck menjadi 'udara yang segar dan nyaman' untuk ayam. Kondisi nyaman ini diistilahkan dengan "Comfort Zone" yaitu suatu kondisi yang membuat ayam bebas melakukan aktifitas tanpa adanya cekaman stres, sehingga bisa tumbuh dengan faktor yang perlu diperhatikan di kandang CH, diantaranya A. Dimensi kandangMengetahui Luas penampang kandang Lebar x Tinggi, satuan meter persegi, m² dan Volume Kandang Lebar x Tinggi x Panjang, satuan meter kubik, m³ langkah awal dasar untuk memulai perhitungan tentang kandang CHContoh, kandang dengan Lebar 14 meter, tinggi 2,5 meter dan panjang 120 meter, maka Luas Penampang = 14 m x 2,5 m diperoleh 35 m², Volume Kandang = Lebar 14 m x tinggi 2 m x panjang 120 m diperoleh m³B. Menghitung Kapasitas Kipas Exhaust FanLangkah berikutnya yaitu mengetahui Kapasitas Kipas Total m³/jam yang diperlukan dalam kandang CH. Kapasitas Kipas Total bisa diketahui dengan cara terlebih dahulu berapa kecepatan angin yang diperlukan saat ayam akan dipanen, umumnya kecepatan angin jika ayam di panen di atas 1,6 kg kisaran 2 -3 meter per second s,detik. Contoh, Kecepatan angin yang diperlukan 2,5 m/s, maka kapasitas kipas total bisa dihitung dengan cara Luas Penampang kandang m² x kecepatan angin m/s x second s. Bisa juga kapasitas kipas dihitung dalam satuan Cubic Feet Minute CFMContoh, dari hitungan di atas, luas penampang = 35 m², kecepatan angin 2,5 m/s, maka kapasitas kipas = 35 m² x 2,5 m/s x s, diperoleh m³/jam cfmC. Kebutuhan Udara Minimum ayam broiler modern yang sekarang beredar memiliki kebutuhan udara minimum berbeda beda, tetapi umumnya dikisaran 8 m³ per Kg Bobot Badan per Jam 8 m³/kg bb/jamContoh, populasi ayam ekor, rataan berat 2,1 kg/ekor, maka Kebutuhan Udara minimum = ekor x 2,1 kg/ekor x 8 m³/kg bb/jam, diperoleh angka kebutuhan udara minimum m³/jam cfmD. Menghitung Kebutuhan Jumlah Kipas Exhaust FanMenghitung kebutuhan jumlah kipas yang dioerlukan di kandang CH bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu 1. Jumlah kipas = Kapasitas kipas total yang diperlukan dibagi dengan kapasitas ukuran kipas yang akan kipas yang akan dipakai ukuran 52", kapasitasnya cfm, dari data di atas, Maka dapat dihitung Jumlah Kipas yang diperlukan = cfm dibagi diperoleh 7,4 kipas, dibulatkan menjadi 8 kipas ukuran 52".2. Jumlah kipas yang diperlukan dapat dihitung juga dengan rumus Jumlah kipas = panjang kandang m x Lebar kandang m x kepadatan ekor/m² x 4 cfm x Bobot Panen kg dibagi Kapasitas kipas dengan ukuran kipas yang Ukuran kandang data di atas, kepadatan 12 m², rencana panen 2,1 kg, kipas yg dipakai ukuran 52" dgn kapasitas kipas cfm. Jumlah kipas = 120 m x 14 m x 12 ekor x 4 cfm x 2,1 kg dibagi diperoleh angka 8 buah kipas ukuran 52"E. Pengaturan Kecepatan AnginPengaturan kecepatan angin di dalam kandang tergantung umur dan berat ayam. Bisa dilihat di Tabel. Setiap pergerakan angin pada kecepatan tertentu akan memberikan perbedaan antara suhu aktual yang dibaca di Termometer dengan suhu efektif yang dirasakan ayam, hal ini karena ada efek suhu dingin Wind Chill EffectTabel Max Air Speed across the bird based on agesF. Setting Pengoperasian KipasPrinsif setting pengoperasian kipas yaitu bagaimana caranya mengatur kecepatan angin di dalam kandang harus disesuaikan dengan 1 suhu yang diperlukan ayam. 2 memenuhi kebutuhan udara minimum yang diperlukan ayam, dengan memperhatikan adanya efek angin dingin wind chill effect.G. Pergantian Udara Air Exchanged RateAir Exchanged Rate AER adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk memindahkan seluruh volume udara di dalam kandang dalam sekali pindah. AER bisa dihitung dengan rumus AER = Volume kandang m³ dibagi kapasitas kipas total m³/jam.Contoh, dari data di atas dapat dihitung AER = m² dibagi m³/jam, diperoleh air exchanged ratenya 0,0233 jam atau 48 Menghitung Luas "In Let" yang diperlukanIn Let adalah lubang tempat masuknya udara ke dalam kandang CH. Luas In Let yang diperlukan bisa dihitung dengan In Let = kapasitas kipas total m³/ s dibagi kecepatan angin m/sContoh, dari data di atas, kapasitas Total Kipas m³/jam dibuat satuan detik menjadi m³/3600 second dibagi kecepatan angin 2,5 m/s, diperoleh luas In Let sebesar 35 tinggi penampang in let dibuat 1,8 meter, maka panjang inlet sekitar 19,4 faktor di atas, di kandang CH perlu diperhatikan juga adanya udara yang tidak bergerak dead spot, tekanan negatif static pressure yang berdampak dari daya kerja kipas, titik pengembunan pada sekam dew point dan indek panas Heat Index di dalam dilanjutkan dengan forum diskusi dan menyelesaikan beberapa kasus di lapangan yang dihadapi pada kandang CH. Seminar dimulai jam tepat dan diakhiri tepat jam WIB, dan tercatat diikuti oleh 76 RoniFoto RoniEditor Fajar

Petaestimasi potensi angin (ketinggian standar 10 m), mengkategorikan kecepatan angin rata-rata di Indonesia (0-4,4) m/s, (4,4-5,1) m/s dan (5,1-5,6) m/s. Data dari stasiun pengukuran BMG, menunjukkan 50 lebih lokasi memiliki kecepatan angin (3-5) m/s; sementara hasil pengukuran LAPAN menunjukkan 30 lebih lokasi memiliki kecepatan angin juga

Salah satu kunci untuk memaksimalkan performa ayam broiler adalah dengan melihat seberapa baik kadar oksigen di dalam kandang. Oksigen adalah elemen terpenting yang harus diisi ulang dalam budidaya. Ketika kebutuhan oksigen terpenuhi, organ-organ lain berfungsi sebagaimana mestinya. Sebelum ternak melakukan berbagai aktivitas seperti makan, minum dan aktivitas lainnya, otak perlu distimulasi sebagai pusat koordinasi organ-organ lain dalam tubuh ayam. Otak membutuhkan oksigen untuk berfungsi dengan baik. Jadi ketika oksigenasi otak ayam tercapai, otak memerintahkan organ lain untuk bergerak melakukan fungsi yang berbeda seperti makan, minum, tidur, udara dan suhu di dalam kandang memegang peranan penting dalam kandang ayam broiler. Tanpa manajemen ventilasi yang baik tidak mungkin tercapai performa ayam yang baik. Oleh karena itu dukungan sirkulasi udara dan suhu harus diperhatikan seperti pengaturan tirai udara masuk atau pengaturan kipas pada kandang closed house harus sangat diperhatikan 1. Minimum VentilasiVentilasi minimum adalah jumlah udara minimum yang diperlukan untuk menggantikan udara di dalam kandang agar tetap optimal bagi ayam pedaging. Ventilasi minimal menyediakan oksigen O2 yang cukup dan menghilangkan kelembapan dari kandang. Uap air yang berlebihan dapat meningkatkan kadar amonia NH3 dan menyebabkan litter basah sehingga meningkatkan risiko penyakit pada ventilasi minimum harus diperhatikan dalam kandang tertutup. Salah satu gejala yang terjadi bila ventilasi minimum tidak tercapai adalah penyebaran ayam yang tidak merata. Anak ayam yang berusia kurang dari 14 hari tidak dapat mengatur suhu tubuhnya dengan baik dan anak ayam yang berusia kurang dari 7 hari tidak boleh terpapar kipas angin, tetapi persyaratan ventilasi minimum harus 1 Standar Kualitas Udara yang Baik di Kandang No Parameter Ukuran Standar 1 Oksigen >19,6% 2 Karbondioksida 20ppm. Amonia yang melebihi ambang batas aman ini akan menyebabkan kerusakan pada ayam berupa kerusakan mata dan penyebab peningkatan kadar amonia• Sistem sirkulasi udara tersumbat.• Kepadatan kandang terlalu tinggi.• Lebih buruk dari pengelolaan limbah yang optimal.• Kotoran ayam basah. Oleh karena itu, beberapa langkah untuk mencegah kenaikan kadar amonia antara lain• Pengaturan aliran udara.• Atur kepadatan kandang yang sesuai.• Manajemen litter yang baik balik litter secara teratur setiap 3-4 hari dan periksa kebocoran pada mangkuk minum ayam.• Mengontrol dan meningkatkan kualitas gizi ransum agar feses tidak basah.Amonia diproduksi oleh proses metabolisme lain di dalam ayam itu sendiri. Nitrogen yang tidak tercerna diekskresikan sebagai asam urat 80% dan sebagai amonia 10% dan urea 5%. Amonia mudah menguap bahkan pada suhu tinggi. Oleh karena itu, jika sirkulasi udara di dalam kandang yang juga berpengaruh pada pertukaran udara dingin dan panas kurang baik, hal ini berdampak signifikan bagi kesehatan unggas itu Feri & Vina, Agrinis.

Caranyaadalah dengan membagi antara panjang lintasan ventilasi (panjang kandang efektif) dengan kecepatan angina. Maka diperoleh 50 meter : 2 meter/detik = 25 detik. Jadi dibutuhkan waktu 25 detik untuk menarik udara dalam kandang dan menggantikannya dengan udara baru dengan menjalankan 6 kipas.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Kelas III Jatiwangi mengimbau, saat ini masyarakat harus mewaspadai intensitas hujan tinggi disertai angin kencang dan petir. Fenomena tersebut disebabkan awan cumulonimbus yang berwarna hitam pekat. Petugas Forecaster BMKG Ahmad Faa Izyn mengatakan, jika melihat awan hitam pekat biasanya berpotensi hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir. Awan tersebut dampaknya paling berbahaya dibandingkan awan lainnya. Pantauan alat Weather Station di BMKG, terpantau kecepatan angin mencapai 24 knot atau 45 kilometer per jam. “Ini termasuk angin kencang, karena normalnya kecepatan maksimum hanya 15 knot atau 27 kilometer per jam,” jelasnya. Menurutnya, saat puncak musim hujan lebih banyak awan-awan cumulonimbus sehingga potensi hujan lebat juga meningkat. Biasanya durasi satu sampai dua jam, sehingga masyarakat diimbau lebih waspada pada puncak musim hujan. “Tidak hanya longsor dan banjir, tetapi fenomena saat ini bisa menyebabkan pohon tumbang serta petir. Tentunya hal ini bisa menimbulkan bencana bagi masyarakat,” imbaunya.
Dalamsistem kandang tertutup, ventilasi berperan penting sebagai sarana sirkulasi pertukaran udara. Penggunaan kandang tertutup (closed house) pada broiler memberikan dua keuntungan sekaligus, yaitu teknis dan ekonomis.Faktor teknis mencakup penciptaan kondisi lingkungan dalam kandang yang nyaman bagi ayam sehingga ia tumbuh maksimal mencapai potensi genetiknya dan berkualitas prima.
Kuliah umum series 6 Basic Sciences tentang Manajemen Pengoperasian Kandang Tertutup telah dilakukan pada hari sabtu, tgl 9 Januari 2021, mulai dari jam wib - wib. Perkuliahan ini terselenggara atas kerjasama Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat dengan PT New Hope Indonesia, serta didukung oleh Keluarga Alumni Fapet Unsoed dan umum dibuka oleh Lilis Ambarwati, Dosen Fapetkan Unsulbar. "Kuliah umum ini merupakan seri terakhir, banyak sekali ilmu yang sudah diperoleh dan sangat berguna sekali untuk Mahasiswa di Fapetkan Unsulbar", ucapan Lilis sebagai pembuka kuliah umum berseri ini dibawakan oleh Roni Fadilah, selain sebagai Marketing Service Manager PT New Hope Indonesia, juga ketua Kafapet Unsoed Wilayah Jabodetabeksuci. Tidak hanya mahasiswa Unsulbar, peserta dari Alumni Unsulbar, suatu kehormatan kuliah umum kali ini diikuti juga oleh guru besar bidang perunggasan Fakultas Peternakan Unsoed yaitu Prof. Elly Tugiyanti. Kuliah umum juga diikuti oleh Team Technical Support PT New Hope Indonesia, Bu Resmi dan Team Marketing Office PT New Hope Indonesia, serta mahasiswa PKL Fapet Unsoed. Perkuliahan umum seperti biasa selalu selalu disisipi materi tentang pengembangan diri, pada kesempatan ini topik yang dibahas tentang Pemecahan Masalah Problem Solving yaitu penjelasan tentang perbedaan menyelesaikan masalah yang bersifat sementara Trouble shooting dengan penyelesaian masalah yang bersifat permanen Problem Solving, beserta cara mengevaluasinya Evaluating.Kuliah dilanjutkan kepada materi inti yaitu tentang Manajenen Pengoperasian Kandang Tertutup. "Materi tentang manajemen pemeliharaan ayam sudah dibahas dengan rinci sampai 5 seri", ujar Roni. "Orang yang ahli di budidaya tetapi tidak ahli dimanajemen kandang Tertutup, maka hasilnya produksi akan hancur", papar Roni. "Orang yang ahli di budidaya ayam harus menguasai juga kandang CH", dasar kandang tertutup Closed house/CH yaitu membuang gas beracun dan panas yang diproduksi dari tubuh dan kotoran ayam, dan digantikan dengan udara segar. Proses tersebut disimulasikan dengan 3 faktor utama yang penting untuk dikelola di kandang CH, yaitu ;A. Lingkungan dalam kandang, ada ayam, feses, air, udara, suhu dan Lingkungan di luar kandang, matahari, malam, hujan, udara, suhu dan kelembabanC. Cooling Pad dan Kipas, mengandung air dan pergerakan dasar kandang CH, yaitu bagaimana mengelola Faktor A, B dan C supaya ayam hidup di dalam kandang menjadi kelebihan kandang tertutup dibandingkan dengan kandang konvensional terbuka, diantaranya tingkat kepadatan bertambah, performa ayam meningkat, lebih efisien dalam menekan harga pokok produksi, biosecurity terkontrol, serta bisa mengeliminir pengaruh fakltor lingkungan, disamping ada kelemahannya seperti biaya investasi awal tinggi serta dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang faktor yang perlu diperhatikan di kandang CH, diantaranyaA. Dimensi kandangMengetahui Luas penampang kandang Lebar x Tinggi, satuan meter persegi, m² dan Volume Kandang Lebar x Tinggi x Panjang, satuan meter kubik, m³ langkah awal dasar untuk memulai perhitungan tentang kandang CHContoh, kandang dengan Lebar 14 meter, tinggi 2,5 meter dan panjang 120 meter, maka Luas Penampang = 14 m x 2,5 m diperoleh 35 m², Volume Kandang = Lebar 14 m x tinggi 2 m x panjang 120 m diperoleh m³B. Menghitung Kapasitas Kipas Exhaust FanLangkah berikutnya yaitu mengetahui Kapasitas Kipas Total m³/jam yang diperlukan dalam kandang CH. Kapasitas Kipas Total bisa diketahui dengan cara terlebih dahulu berapa kecepatan angin yang diperlukan saat ayam akan dipanen, umumnya kecepatan angin jika ayam di panen di atas 1,6 kg kisaran 2 -3 meter per second s,detik. Contoh, Kecepatan angin yang diperlukan 2,5 m/s, maka kapasitas kipas total bisa dihitung dengan cara Luas Penampang kandang m² x kecepatan angin m/s x second s. Bisa juga kapasitas kipas dihitung dalam satuan Cubic Feed per Minute CFMContoh, dari hitungan di atas, luas penampang = 35 m², kecepatan angin 2,5 m/s, maka kapasitas kipas = 35 m² x 2,5 m/s x s, diperoleh m³/jam cfmC. Kebutuhan Udara Minimum ayam broiler modern yang sekarang beredar memiliki kebutuhan udara minimum berbeda beda, tetapi umumnya dikisaran 8 m³ per Kg Bobot Badan per Jam 8 m³/kg bb/jamContoh, populasi ayam ekor, rataan berat 2,1 kg/ekor, maka Kebutuhan Udara minimum = ekor x 2,1 kg/ekor x 8 m³/kg bb/jam, diperoleh angka kebutuhan udara minimum m³/jam cfmD. Menghitung Kebutuhan Jumlah Kipas Exhaust FanMenghitung kebutuhan jumlah kipas yang dioerlukan di kandang CH bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu 1. Jumlah kipas = Kapasitas kipas total yang diperlukan dibagi dengan kapasitas ukuran kipas yang akan kipas yang akan dipakai ukuran 52", kapasitasnya cfm, dari data di atas, Maka dapat dihitung Jumlah Kipas yang diperlukan = cfm dibagi diperoleh 7,4 kipas, dibulatkan menjadi 7 kipas ukuran 52", tetapi dilapangan pembulatan akan dilakukan ke 8 kipas dengan pertimbangan cadangan jika ada kipas yang Jumlah kipas yang diperlukan dapat dihitung juga dengan rumus Jumlah kipas = panjang kandang m x Lebar kandang m x kepadatan ekor/m² x 4 cfm x Bobot Panen kg dibagi Kapasitas kipas dengan ukuran kipas yang Ukuran kandang data di atas, kepadatan 12 m², rencana panen 2,1 kg, kipas yg dipakai ukuran 52" dgn kapasitas kipas cfm. Jumlah kipas = 120 m x 14 m x 12 ekor x 4 cfm x 2,1 kg dibagi diperoleh angka 7 buah kipas ukuran 52". Di lapangan dalam perhitungan harus diperhatikan penurunan daya kerja kipas. Contoh kapasitas kipas 52" cfm, akan dihitung menjadi atau E. Pengaturan Kecepatan anginPengaturan kecepatan angin di dalam kandang tergantung umur dan berat ayam. Bisa dilihat di Tabel. Setiap pergerakan angin pada kecepatan tertentu akan memberikan perbedaan antara suhu aktual yang dibaca di Termometer dengan suhu efektif yang dirasakan ayam, hal ini karena ada efek suhu dingin Wind Chill EffectF. Setting Pengoperasian KipasPrinsif setting pengoperasian kipas yaitu bagaimana caranya mengatur kecepatan angin di dalam kandang harus disesuaikan dengan 1 suhu yang diperlukan ayam. 2 memenuhi kebutuhan udara minimum yang diperlukan ayam, dengan memperhatikan adanya efek angin dingin wind chill effect.G. Pergantian Udara Air Exchanged RateAir Exchanged Rate AER adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk memindahkan seluruh volume udara di dalam kandang dalam sekali pindah. AER bisa dihitung dengan rumus AER = Volume kandang m³ dibagi kapasitas kipas total m³/jam.Contoh, dari data di atas dapat dihitung AER = m² dibagi m³/jam, diperoleh air exchanged ratenya 0,0233 jam atau 48 Menghitung Luas "In Let" yang diperlukanIn Let adalah lubang tempat masuknya udara ke dalam kandang CH. Luas In Let yang diperlukan bisa dihitung dengan In Let = kapasitas kipas total m³/ s dibagi kecepatan angin m/sContoh, dari data di atas, kapasitas Total Kipas m³/jam dibuat satuan detik menjadi m³/3600 second dibagi kecepatan angin 2,5 m/s, diperoleh luas In Let sebesar 35 tinggi penampang in let dibuat 1,8 meter, maka panjang inlet sekitar 19,4 faktor di atas, di kandang CH perlu diperhatikan juga adanya udara yang tidak bergerak dead spot, tekanan negatif static pressure yang berdampak dari daya kerja kipas, titik pengembunan pada sekam dew point dan indek panas Heat Index di dalam umum dilanjutkan dengan forum diskusi, beberapa pertanyaan muncul dari audien seperti berikut Prof. Elly Tugiyanti yang menanyakan untuk wilayah dengan kondisi lingkungan yang suhunya relatif dingin tipe close house system seperti apa yang cocok dengan dipakai? Roni menjelaskan bahwa "kandang close house ada yang menggunakan cooling pad system yang cocok dipakai untuk daerah panas dan kandang close house dengan tunnel system jika suhu lingkungan harian hanya berkisar di 26-27 derajat celcius".Lilis melayangkan pertanyaan tentang "bobot ayam yang dipanen pada kandang close house lebih tinggi dibandingkan dengan kandang open house bagaimana cara meminimalisirnya"? Roni menjawab untuk mengurangi resiko salah satunya dengan cara melakukan pemanenan pada saat kondisi sejuk, kandang close house sekarang memang diperuntukkan untuk Rumah Potong Ayam yang memang ekspedisinya sekitar 2 jam dan memang ada toleransi [enyusutan sebanyak 3%".Pertanyaan juga muncul dari kalangan mahasiswa tercatat Nasrullah dan Irham. Nasrullah menanyakan tentang "lalat merupakan vektor penyakit, bagaimana kondisi lalat di kandang close house?" Perkembangbiakan lalat di kandang close house bisa lebih ditekan dengan sanitasi yang baik" ujar Roni. Kemudian Irham menanyakan terkait "kebutuhan udara minimum yang baik berapa?" Roni "menjelaskan bahwa kebutuhan udara minimum yang baik ada korelasinya dengan kebutuhan oksigen dalam udara, yang kita tahu bahwa oksigen merupakan api biologis yang digunakan dalam proses metabolisme, setiap strain memiliki kebutuhan udara minimum yang berbeda namun dalam perhitungan close house biasanya digunakan ukuran 8 meter kubik / kg bobot badan / jam"Sesi Pemutaran Company ProfilePenulis Roni dan FajarFoto Roni

CloseHoused. Kandang sistem closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi (kontak dengan organisme lain) dengan pengaturan ventilasi yang baik sehingga lebih sedikit stress yang terjadi pada ternak, menyediakan udara yang sehat bagi ternak, menyediakan iklim yang nyaman bagi ternak, meminimumkan tingkat stress pada ternak.

3 Standar Operasi Prosedur (SOP) Industri perkandangan perunggasan baik pada hulu maupun hilir yang biosekuriti dalam upaya menuju tingkat kenyamanan produksi peternakan ayam broiler sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya, antara lain a. Pengaturan Suhu udara kandang b. Pengaturan Kelembaban udara kandang c. Pengaturan Kecepatan angin d.
untukpembahasan KANDANG AYAM CLOSE HOUSE | Referensi terbaru di 2017 via web Ayam Web. Rekomendasi konten lengkap terbaik. melainkan Perlu mengeluarkan uang lebih untuk menambahkan kipas angin (fan). Selain sangkar, peternak pula butuh menyediakan perlengkapan sangkar "sekomplit" barangkali supaya seluruh kebutuhan ayam, lebih-lebih

NOHP/WA: STANDAR KANDANG CLOSE HOUSE PDF STANDAR KANDANG CLOSE HOUSE PDF, SISTEM KANDANG CLOSE HOUSE PDF, UKURAN KANDANG CLOSE HOUSE PDF. Sistem teknologi perkandangan ayam selalu berkembang secara dinamis. Salah satu model kandang yang sedang populer dan trend di kalangan sahabat Peternak Indonesia saat ini adalah dengan

div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">Mohon maaf dulu nih sama WindForce adalah sebuat alat yang digunakan untuk mencatat arah dan kecepatan angin sesaat. Wind Force merupakan pengukur kecepatan rata-rata angin berbentuk spidometer dalam satuan km/jam (Sutikjono, 2005). Kecepatan angin diperkirakan berdasarkan gerakan plat yang terdapat pada Wind Force. Alat ini berada pada ketinggian 2-15 meter (Banodin 10000 ekor menggunakan sistem kandang tertutup (closed house system) (fadilah, 2000). Closed house system merupakan suatu sistem kandang dimana seluruh kondisi di dalam kandang tidak dipengaruhi oleh keadaan luar kandang yaitu suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan keadaan iklim di dalam kandang dapat diatur sedemikisn rupa sesuai kebutuhan ternak dengan menggunakan mesin-mesin pengontrol
kecepatanangin dan kadar amonia pada closed house (Renata et al., 2018). 2.3. Amonia (NH 3) Gas amonia merupakan salah satu dampak negatif yang berasal dari kandang closed house karena dapat menimbulkan polusi dan bau tidak sedap. Amonia (NH 3) merupakan salah satu jenis gas hasil dekomposisi oleh bakteri dari
Temperaturdalam kandang terutama pada sistem "Open House" sangat dipengaruhi oleh lokasi farm. Lokasi tersebut harus memiliki sumber air yang mudah diperoleh serta perlu juga diperhatikan kecepatan angin dalam kandang. Ayam merupakan hewan homeothermis atau berdarah panas dengan temperatur tubuhnya 40.6oC dan 41.7oC. 1LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KLIMATOLOGI DASAR ACARA I PENGENALAN ALAT-ALAT METEOROLOGI Oleh: Suryati Purba (13307) Ribka Gupita Hapsari (13322) Fachry Hus .