Halodoc, Jakarta - Seiring bertambahnya usia, enggak cuma fisik seperti kulit saja yang mengalami perubahan. Organ-organ di dalam tubuh pun ikut menua. Pendek kata, sistem tubuh tentunya enggak berjalan seefektif ketika usia muda dan kondisi badan masih bugar. Nah, salah satu masalah yang kerap timbul saat usia bertambah, yaitu berkurangnya sistem ketahanan tubuh. Hal ini acap kali membuat seseorang mudah merasa lelah, bahkan mudah terserang penyakit. Ya mau bagaimana lagi, faktor โUโ memang enggak bisa dibohongi. Oleh sebab itu, sediakan bekal sedini mungkin agar sistem imun tetap terjaga kualitasnya di usia senja nanti. Caranya? Tentunya dengan mengonsumsi pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Lebih Waspada Setelah di Usia 40 Tahun Menurut ahli, sistem imun seseorang bisa saja menurun lebih cepat dari semestinya. Tentunya hal ini disebabkan oleh pelbagai faktor. Contohnya, seseorang dengan usia 50 tahun bisa saja punya sistem imun yang sama dengan orang berusia 80 tahun. Melansir Daily Mail, ketika seseorang berada di usia 40 tahun ke atas, sistem kekebalan tubuh yang menua semakin tak mampu untuk menangkal penyakit baru. Sistem kekebalan tubuh ini hanya mampu bertahan dari penyakit yang sudah menyerang. Contohnya, penelitian dari Austria menemukan bahwa efektivitas vaksin anti-tetanus akan menurun sejak usia 40 tahun. Bahkan, di usia 60 tahun, 16 persen dari mereka yang divaksinasi, tak lagi terlindungi. Kata ahli dari Imperial College, London, UK, setelah usia mencapai 65 tahun, seseorang tidak mempunyai berbagai jenis sel yang dibutuhkan untuk melawan infeksi baru, sebab kualitas sel yang dimilikinya telah menurun. Sel di sini contohnya adalah naive T-Cell, yaitu kelompok sel kekebalan. Biasanya sel ini akan berkeliling dan memberi peringatan ketika mereka menemukan infeksi. Namun, ketika sel telah menua, naive T-Cell yang akan terbentuk semakin sedikit. Kok bisa? Nah, hal ini disebabkan karena kelenjar kecil di belakang tulang dada thymus tempat mereka berkembang, telah menyusut. Inilah yang membuat berkurangnya sistem ketahanan tubuh. Singkatnya, sistem imun jadi enggak efisien, terutama menghadapi virus baru. Hindari Faktor yang Menurunkan Sistem Imun Banyak cara menuju kesehatan yang prima, banyak cara pula untuk membuat tubuh mudah terserang penyakit. Nah, agar sistem imun tetap terjaga kualitasnya, selain fakor โUโ, cobalah hindari empat kondisi di bawah ini. Enggak Aktif Secara Fisik Bukan rahasia lagi kalau malas berolahraga jadi biang keladi timbulnya berbagai masalah kesehatan. Menurut studi di American Journal of Preventive Medicine, terlalu banyak duduk dan malas berolahraga bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Sedentary lifestyle atau gaya hidup tanpa aktivitas fisik ini akan menyebabkan terganggunya sistem imun, peradangan, dan penyakit kronis lainnya Kesepian Kesepian enggak hanya berdampak negatif bagi mental. Menurut studi dalam Journal of Neuroimmunology kesepian juga bisa merusak sistem kekebalan tubuh. Penelitian yang dilakukan pada tikus, menemukan bahwa peningkatan kecemasan terkait dengan kesepian, sehingga menyebabkan tekanan pada sistem kekebalan tubuh dan kerusakan tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas. Stres Berkepanjangan Sama halnya dengan kesepian, stres juga bisa menimbulkan rentetan masalah kesehatan fisik. Menurut American Psychological Association, stres jangka panjang bisa melemahkan respon kekebalan tubuh seseorang. Kata ahli, ketika kamu stres dan tubuh mengidap flu, bisa dipastikan gejalanya yang dialami akan lebih buruk lagi. Nikotin Mau rokok nikotin organik atau elektronik, perokok pasif atau aktif, terpapar nikotin amat merugikan bagi sistem kekebalan tubuh. Nikotin bisa meningkatkan kadar kortisol hormon stres yang mengurangi pembentukan antibodi sel B dan respon antigen sel T yang merupakan kelompok sel dalam sistem imun tubuh. Baca juga Waspada Demensia Bagi Perokok Pasif Ingin tahu mengenai dampak berkurangnya sistem ketahanan tubuh atau cara meningkatkan sistem imun? Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai gaya hidup yang lebih sehat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.Denganbertambahnya umur, risiko terkena hipertensi lebih besar sehingga prevalensi dikalangan usia lanjut cukup tinggi yaitu sekitar 40 % dengan kematian sekitar 50 % diatas umur 60 tahun. Arteri kehilangan elastisitas atau kelenturan serta tekanan darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
Tahukah kamu bahwa seiring bertambahnya usia metabolisme akan jadi melambat? Ya, ini bisa terjadi. Nyatanya ada beberapa tahapan usia ketika terjadinya metabolisme melambat. Metabolisme sendiri adalah proses mengubah makanan menjadi energi, sehingga tubuh dapat bekerja dengan baik. Nah, untuk mengetahui informasi selengkapnya, yuk simak ulasannya di bawah ini. Baca juga Mengenal Lethologica Kondisi Sulit Mengingat Kata-kata Saat Berbicara Mengapa metabolisme melambat seiring bertambahnya usia? Diansir laman Web MD, ada beberapa faktor yang menyebabkan melambatnya metabolisme seiring bertambahnya usia, ini termasuk 1. Berkurangnya massa otot Seiring bertambahnya usia, secara alami massa otot dapat berkurang. Hal ini dapat mengakibatkan proses pembakaran kalori pada tingkat yang lebih rendah. 2. Kurang aktif secara fisik Percaya atau tidak, seiring bertambahnya usia kamu mungkin saja mendapatkan lebih sedikit aktivitas fisik dibandingkan seharusnya. Di samping itu, tidak berolahraga yang cukup juga dapat menyebabkan pertambahan berat badan dan meningkatkan risiko medis kondisi tertentu. Jal ini juga berkontribusi dalam melambatnya merabolisme. 3. Jenis kelamin dan gen Kedua faktor tersebut juga dikatakan berkontribusi pada tingkat metabolisme. Pria biasanya memiliki metabolisme yang lebih cepat karena mereka memiliki lebih banyak massa otot dan lebih sedikit lemak tubuh. Sementara itu, gen menentukan ukuran otot dan kemampuan untuk menumbuhkan otot. Ini juga memengaruhi metabolisme. Semakin sedikit jumlah massa otot yang dimiliki, maka metabolisme juga akan semakin melambat. Baca juga Hati-hati, Ini Efek Buruk Kebiasaan Snooze Alarm bagi Kesehatan! Studi tentang usia dan perlambatan metabolisme Sebuah studi yang diterbitkan di Science mengungkapkan bahwa terkait usia, metabolisme mulai melambat dari yang diperkirakan. Di sisi lain, dikutip dari laman laman Eat This, Not That!, New York Times mengamati lebih dari 80 peneliti dari 63 institusi pengajar yang terletak di seluruh Amerika Utara, Eropa, Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Karibia. Data kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk penelitian mengenai metabolisme, selama rentang 40 tahun dari orang yang berusia antara 8 hari hingga 95 tahun. Tahapan usia seiring melambatnya metabolisme Berdasarkan laporan tersebut, ditemukan bahwa kecepatan metabolisme tubuh dipengaruhi oleh โempat tahap kehidupanโ, berikut penjelasan selengkapnya Bayi yang berusia hingga satu tahun memiliki metabolisme tercepat, yakni sekitar 50 persen lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasaSetelah berusia satu tahun, metabolisme mengalami penurunan secara perlahan ke tingkat dewasa, lebih tepatnya pada usia sekitar 20 tahunMetabolisme tetap stabil di masa dewasa 20 hingga 60 tahun, bahkan ini juga terjadi pada masa kehamilanPeneliti melaporkan bahwa pengeluaran energi kita menurun pada orang dewasa yang lebih tua sekitar 20 persen hingga memasuki usia 95 tahun. Hal ini dapat berarti bahwa fungsi organ-organ penting menurun. Sebab, jantung, hati, otak, dan ginjal menyumbang sekitar 65 persen dari tingkat metabolisme saat istirahat Seperti yang sudah disebutkan bahwa terdapat pemahaman bahwa pria membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan wanita. Akan tetapi, studi tersebut tidak menemukan perbedaan dalam pengeluaran energi antara kedua jenis kelamin. Bagaimana dengan metabolisme saat menopause? Di sisi lain, para peneliti juga mengantisipasi bahwa usia 40-an dapat mengalami perlambatan metabolisme atau penggunaan energi, terutama pada wanita. Sebab, usia tersebut bertepatan dengan awal menopause. Akan tetapi, seorang antropolog, Herman Pontzer, PhD mengatakan bahwa para peneliti tidak melihat keterkaitan tersebut. Terlepas dari hal tersbeut, temuan ini tentu saja dapat memberikan pemahaman bagimu untuk mengadopsi kebiasaan sehat yang baik untuk metabolisme. Adapun beberapa kebiasaan sehat yang baik untuk metabolisme atau yang dapat meningkatkan metabolisme termasuk, mengadopsi pola makan sehat, berolahraga, hingga memenuhi asupan cairan dalam tubuh. Nah, itulah beberapa informasi mengenai tahapan usia yang akan dilewati seiring melambatnya metabolisme. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya. Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!Itulahmengapa penting bagi kita untuk tetap berhati-hati tentang bagaimana kita mencoba bertindak. Karena bertambahnya usia tidak harus mengarah pada berkurangnya seks. Tapi itu mungkin memerlukan beberapa penyesuaian dalam pendekatan. Di bawah ini adalah lima posisi seks terbaik untuk usia 40 tahun ke atas, ditanggung tetap nikmat saat
Hari ini, genap sudah umurku empat puluh tiga tahun. Terbersit di hati sebuah makna umur. Hari demi hari, waktu berlari tanpa henti, bahkan tanpa kompromi meninggalkanku. Kontrak hidupku di dunia ini berkurang satu tahun. Artinya, bahwa aku hidup tinggal sebentar lagi dan semakin dekat dengan kematian. Oleh sebab itu, aku harus bisa mengartikan bertambahnya umur, berkurangnya usiaโ dengan benar dan tepat dengan memberikan pertanyaan kepada diri tentang berapa banyak sudah aku memberikan yang terbaik bagi Allah SWT, keluarga, saudara, teman dan lingkunganku. USIA diumpamakan seperti sepotong kayu yang dibakar api. Jika kayu itu sepanjang satu meter, maka semakin lama kayu tersebut bukan semakin panjang, namun semakin pendek dan terus memendek, sampai akhirnya apipun mengakhiri pembakarannya. Usia juga bisa kita umpamakan air pada sebuah wadah, tiap saat segela demi segelas air dalam wadah tersebut diambil, semakin hari maka isi air dalam wadah tersebut akan habis dan menjadi kosong tak berisi. Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kuantitas juga usia berkurang. Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kualitas kondisi fisik berkurang. Tiap orang tidak akan pernah tahu sampai usia berapa ia masih bisa bertahan hidup. Bertambahnya umur sebagai momentum untuk merefleksikan kualitas diri, apakah usia hidup ini memberi manfaatkah untuk kehidupan? Semakin baikkah ibadah kita, sikap sosial kita kepada sesama, adakah perubahan yang lebih baik yang mampu kita mampu promosikan untuk kehidupan? Dengan banyak mempertanyakan kualitas dan sumbangan hidup untuk kebaikan akan memberi motivasi diri untuk membuat hidup dan kehidupan menjadi lebih baik, itulah ajaran Tuhan, kepada ummat manusia, menjadi lebih baik, mengakhiri hidup dengan kebahagiaanโฆ Khusnul khotimah. Dengan bertambah umur sebagai media pemaknaan dari perjalanan hidup, karena perlu kita mensyukurinya dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Sahabat Nabi tercinta Umar bin Khatab pernah mengingatkan, โhasibuu qabla an tuhaasabuโ, hitunglah amal perbuatan/ibadah dirimu karena hanya kamu dan Tuhan yang tahu dirimu sebelum Tuhan yang menghitungnya, begitu kira-kira maknanya. Dengan pemahaman seperti ini kita akan selalu berusaha meningkatkan kualitas pribadi, sosial dan ibadahnya menjadi lebih baik lagi. Karena Allah sangat menghargai sebuah usaha/proses yang dilakukan manusia. Kata Al Hasan Al Bashri, seorang tabiโin terkemuka yang menasehati kita agar bisa merenungkan bahwa semakin bertambah tahun, semakin bertambah hari, itu berarti berkurangnya umur kita setiap saat. ุงุจู ุขุฏู ุฅูู ุง ุฃูุช ุฃูุงู ููู ุง ุฐูุจ ููู ุฐูุจ ุจุนุถู โWahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.โ Hilyatul Awliyaโ, 2 148 Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, ูู ูุฒู ุงููููู ูุงูููุงุฑ ุณุฑูุนูู ูู ููุต ุงูุฃุนู ุงุฑ ุ ูุชูุฑูุจู ุงูุขุฌุงู โMalam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal kematian pun semakin dekat.โ Jaamiโul Ulum wal Hikam, 2 383. Semisal perkataan Al Hasan Al Bashri juga dikatakan oleh Al Fudhail bin Iyadh. Beliau rahimahullah berkata pada seseorang, โBerapa umurmu sampai saat ini?โ โEnam puluh tahunโ, jawabnya. Fudhail berkata, โItu berarti setelah 60 tahun, engkau akan menghadap Rabbmu.โ Pria itu berkata, โInna lillah wa inna ilaihi roojiโun.โ โApa engkau tidak memahami maksud kalimat itu?โ, tanya Fudhail. Lantas Fudhail berkata, โMaksud perkataanmu tadi adalah sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada-Nya. Jadi pada Allah-lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.โ Lihat percakapan Fudhail ini dalam Jaamiโul Ulum wal Hikam, 2 383. Aun bin Abdullah berkata, โSikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan.โ Aun juga berkata, ุฅููู ู ู ุฃููุน ุฃูุงู ุงูู ุคู ู ูู ูู ุงูุฏููุง ู ุง ุธู ุฃูููู ูุง ูุฏุฑู ุขุฎุฑู โSesungguhnya hari yang bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit ia temui.โ Lihat Jaamiโul Ulum wal Hikam, 2 385. Tidak ada seorangpun yang tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati, dalam keadaan apa ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati. Sebagian manusia menyangka bahwa hidup ini hanya satu kali dan setelah itu mati ditelan bumi. Mereka meragukan dan tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan kembali setelah mati. โSetelah kita menjadi tanah dan begitu pula nenek moyang kita, apakah benar kita akan dikeluarkan dari kubur?โ An-Naml 67 Ayat di atas membuat aku merenung panjang. Apa makna umur empat puluh tiga tahun bagi kehidupanku? Sebuah pencapaian prestasi? Sebuah gambar masa depan? Sebuah refleksi kehidupan? Sebuah upaya berlanjut dari hidup menuju mati, menuju alam abadi. Umur 43 tahun memberi jarak semakin jauh tertinggal. Tujuan hidup makin dekat digapai. Tujuan yang hakiki, sebuah fase dengan dimensi berbeda. Kembali ke awal, kembali dari titik nol. Yaitu kematian. Kehidupan adalah perjalananan menuju kematian. Diusia 43 tahun ini, aku harus mengkondisikan sisa hidupku. Aku harus berbenah. Usia dari tahun ke tahun terus berkurang. Membawa jiwa dan raga. Bertambahnya bilangan umur, berkurangnya angka, usia mengurangi jatah hidup di dunia. Bagaimanakah amal kita selama hidup? Saya tidak perlu menunggu waktu, namun beramallah demi persiapan bekal untuk akhirat? Ibnu Umar pernah berkata, โJika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah waktu sehatmu sebelum datang matimuโ HR. Bukhari No. 6416. Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, โMalam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umurpun berkurang, ajal pun semakin dekat.โ Beliau juga mengatakan, โWahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu. โ Hilyatul Auliya, 2 148. Ya Rabb, aku mohon ampun atas segala dosa, umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat pula ajalku, namun belum jelas juga amalku. Wahai diri, janganlah engkau bangga jikalau diberi waktu panjang di dunia. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia. Kelak engkau akan ditanya , dimana waktu yang engkau habiskan. โKedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai umurnya di manakah ia habiskan, ilmunya di manakah ia amalkan, hartanya bagaimana ia peroleh dan di mana ia infaqkan, mengenai tubuhnya di manakah ia usung.โ HR Tirmizi No. 2417, dari Abu Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih. Wahai diri, waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali, maka berbenahlah. Usiamu sudah 43 tahun. Jangan sia-siakan waktu yang tersisa dengan menunggu pergantian waktu. Bergegaslah. Jika diri yakin umur berkurang, waktu ajal semakin dekat, lantas apa gunanya hidup dalam kesia-siaan? Menunggu satu waktu tanpa amalan, itu sudah membuang-buang waktu. Jika ia benar-benar menjaganya dalam ketaatan pada Allah atau dalam hal yang bermanfaat, itu menunjukkan kebaikan dirinya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, ู ููู ุญูุณููู ุฅูุณููุงูู ู ุงููู ูุฑูุกู ุชูุฑููููู ู ูุง ูุงู ููุนูููููู โDi antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaatโ HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Waktu amat berharga, wahai saudaraku. Ia tidak mungkin kan kembali setelah berlalu pergi. ุงูููุช ุฃููุงุณ ูุง ุชุนูุฏ Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali. Syaikh Abdul Malik Al Qosim berkata, โWaktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.โ Lihat risalah โAl Waqtu Anfas Laa Taโudโ, hal. 3 Tanda waktu itu begitu berharga bagi seorang muslim karena kelak ia akan ditanya, di mana waktu tersebut dihabiskan, ูุงู ุชูุฒูููู ููุฏูู ูุง ุนูุจูุฏู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ุญูุชููู ููุณูุฃููู ุนููู ุนูู ูุฑููู ูููู ูุง ุฃูููููุงูู ููุนููู ุนูููู ููู ูููู ูุง ููุนููู ููุนููู ู ูุงูููู ู ููู ุฃููููู ุงููุชูุณูุจููู ูููููู ูุง ุฃููููููููู ููุนููู ุฌูุณูู ููู ูููู ูุง ุฃูุจููุงููู โKedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 1 umurnya di manakah ia habiskan, 2 ilmunya di manakah ia amalkan, 3 hartanya bagaimana ia peroleh dan 4 di mana ia infakkan dan 5 mengenai tubuhnya di manakah usangnya.โ HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Aku tak harus kegirangan jikalau diberi waktu yang panjang di dunia ini. Aku akan bahagia bila diberi kesempatan hidp untuk memanfaatkan waktu berbuat yang terbaik, dipanjangkan umur supaya bisa beramal sholih. Qotadah mengatakan, โBeramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang dalam hal yang sia-sia. Makassar, 13 Januari 2019.
BincangSyariahCom - Di antara dampak maksiat adalah umur menjadi pendek dan keberkahan menghilang. Jika kebaikan memperpanjang umur, kemaksiatan memperpendek umur. Ada beragam pandangan mengenai hal ini. Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam al-Da' wa al-Dawa' megungkapkan, sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan berkurangnya umur pelaku maksiat adalah hilangnya keberkahan umurnya
- ิฑแึ ฮพแฮปะธีฟ ั ะตฯฮฑัั
- แฐะธีฝ ััแะฑัีธฯ ัะฝ
- ฮะบะปีงะณะปแถ ีฃ
- ะะบ ะฒัึ ะตีฆะฐัึ ัะธั
- ะค ัแค
- ฮีงแคะพะฟ แแีกััีซแนะฐะณ
Bertambahnyaumur akan diikuti penurunan: Volume O2 max, tajam penglihatan, pendengaran, kecepatan membedakan sesuatu, membuat keputusan dan mengingat jangka pendek (Tarwaka, 2004). b) Jenis Kelamin Pria dan wanita berbeda dalam kemampuan fisiknya, kekuatan kerja ototnya.
MengapaSemakin Tua Kebutuhan Kalori Semakin Berkurang? Kebutuhan kalori akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Makanan menyediakan energi, protein, vitamin, mineral, Bertambahnya umur dan berkurangnya aktivitas menyebabkan berkurangnya kebutuhan kalori. Saat beraktivitas, tubuhApalagijika usia Anda sudah mulai memasuki kepala empat - Beauty - Okezone Lifestyle. Apalagi jika usia Anda sudah mulai memasuki kepala empat - Beauty - Okezone Lifestyle. News; Umur Kepala 4, Ini Loh Tips Skincare untuk Para Pria . Highend, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 19:09 WIB. Share on Facebook; Share on Twitter;